Artikel
Kelompok 2
Nama kelompok:
1. Olys
Eka Yulina I.C.A ( 162014001 )
2. Nita
Kristiana (
162014033 )
3. Francisca
H.Sihotang ( 162014040 )
RUANG
LINGKUP DAN DASAR ANALISIS KEWIRAUSAHAAN
A.
Pengertian Kewirausahaan
Menurut para ahli
Kewirausahaan
adalah nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga
penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil ( Ahmad Sanusi, 1994 ).
Kewirausahaan
adalah nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha
( Soeharto Prawiro, 1997 )
Kewirausahaan
adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
Kewirausahaan
adalah proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan
dan menemukan peluang untuk perbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
Jadi
menurut dari semua para ahli dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah
proses menciptakan inovasi baru menurut kebutuhan pasar guna untuk
mengembangkan usaha.
B.
Tujuan Kewirausahaan
a. Menumbuhkan
sikap kreatif untuk pengembangan usaha dunia bisnis
b. Menggali
potensi berwirausaha untuk memajukan dan mengembangkan usaha
c. Mengembangkan
kesadaran kewirausahaan yang kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
C. Ciri umum
kewirausahaan
1.
Memiliki motif berprestasi tinggi
Wirausaha tidak asal-asalan melakukan sesuatu,
meskipun orang lain dapat melakukannya. Hasil atau nilai nantinya yang akan
menentukan bahwa wirausaha tersebut memiliki jiwa kewirausahaan.
2.
Memiliki perspektif ke depan
Wirausahawan memiliki target yang spesifik dan jelas
karena dari target yang sudah ditentukan akan menetukan usaha yang dirintisnya.
3.
Memiliki kreativitas tinggi
Kreatif dalam jiwa wirausaha pasti ada hal-hal itu
akan terpikirkan terlebih dahulu dari seorang wirausaha.
4.
Memiliki sifat inovasi tinggi
Dalam berwirausaha harus mempunyai tujuan, inovasilah
yang akan menjadi tujuan atau dasar untuk memengembangkan usaha. Sebuah impian
usaha tidak akan tercapai apabila tidak membuat inovasi-inovasi baru yang akan
menarik sebuah perkembangan usaha.
5.
Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat
dalam pekerjaannya, karena apabila tidak akan berakibat yang fatal terhadap
segala usaha yang dirintisnya.
6.
Memiliki tanggung jawab
Dari komitmen yang sudah dimiliki seorang wirausaha
maka akan terlahir sebuah tanggung jawab yang menunjang kesuksesan usaha.
D. Dasar
Analisis
a)
Analisis aspek pemasaran
Dari aspek pasar maka seorang wirausaha harus
melakukan penelitian pemasaran dengan sistem informasi pemasaran berdasarkan
analisis dan prediksi yang akan digunakan dalam pengembangan usaha.
b)
Analisis aspek produksi
Aspek produksi harus mempertimbangkan beberapa hal
diantaranya lokasi operasi untuk menentukan lokasi yang strategis untuk
melakukan usaha, volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi
permintaan, mesin dan peralatan harus sesuai dengan teknologi yang digunakan
saat ini agar tidak terjadi kelebihan kapasitas, bahan baku dan bahan penolong,
jumlah dan kualifikasi tenaga kerja harus sesuai dengan keperluan jam kerja dan
kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikannya.
c)
Analisis aspek manajemen
Ada beberapa unsur diantaranya kepemilikan menentukan
apakah usaha itu dimiliki perseorangan atau milik bersama, organisasi, tim
manajemen diperlukan pada usaha yang memiliki skala usaha besar agar terencana
lebih terperinci, karyawan juga harus disesuaikan.
d)
Analisis aspek keuangan
Aspek keuangan meliputi komponen
kebutuhan dana untuk mengoperasikan perusahaan, sumber dana, proyeksi neraca
untuk mengetahui kekayaan perusahaan, proyeksi laba rugi untuk menggambarkan
perkiraan laba rugi masa yang akan datang, proyeksi arus kas dapat terlihat
kemampuan perusahaan membayar kewajiban keuangan.
Contoh kasus:
BISNIS DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK, USAHA MASA DEPAN
Sampah plastik merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat terpisahkan. Jumlah sampah plastik semakin hari kian menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga kian sempit karena telah melewati batas penampungan. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk menangani masalah sampah, namun tetap saja belum bisa terselesaikan.
Plastik
mempunyai waktu yang lama jika harus melewati proses daur ulang secara alami
karena plastik tidak dapat membusuk, tidak dapat menyerap air, tidak dapat
terurai, sehingga sampah menjadi permasalahan yang serius bagi lingkungan
hidup.
Sampah
plastik yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku produksi untuk membuat
kerajinan tangan sangat bermacam-macam. Mulai dari sampah plastik keras yang
berasal dari botol minuman sampai dengan sampah plastik lunak yang berasal dari
kantong plastik. Kekuatan produk dari hasil daur ulang sampah plastik ini
tidak dapat diragukan lagi. Selain plastik merupakan bahan yang terbuat dari
sintetis yang bersifat tahan lama, jika dibuat dan diproses dengan teliti maka
tingkat keawetan produk juga bisa semakin tahan lama. Semua produk yang
memiliki nilai seni serta manfaatnya yang luas maka secara otomatis pasar akan
sangat antusias meresponnya. Keuntungan yang didapatkan dari bisnis daur ulang
sampah plastik ini juga presentasinya sangat tinggi karena harga bahan bakunya
murah sehingga hanya membutuhkan modal kecil.
Peluang bisnis daur ulang sampah plastik
ini termasuk dalam kategori industri global, dimana bisnis ini tidak hanya
untuk industri dalam skala besar saja melainkan usaha kecil dan menengah juga
dapat mengubah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Bisnis disini
akan menimbulkan banyak manfaat yaitu dapat teratasi masalah sampah dan penyerap
tenaga kerja.
Daftar
Pustaka
Rusdiana.
2013. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Bandung:
Pustaka Setia.
Suryana.
2006. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat
dan Proses Menuju Sukses. Bandung: Salemba Empat.