Jumat, 13 Mei 2016

RUANG LINGKUP DAN DASAR ANALISIS KEWIRAUSAHAAN



Artikel Kelompok 2
Nama kelompok:
1.      Olys Eka Yulina I.C.A           ( 162014001 )
2.      Nita Kristiana                          ( 162014033 )
3.      Francisca H.Sihotang              ( 162014040 )

RUANG LINGKUP DAN DASAR ANALISIS KEWIRAUSAHAAN

A.   Pengertian Kewirausahaan
Menurut para ahli
Kewirausahaan adalah nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil ( Ahmad Sanusi, 1994 ).
Kewirausahaan adalah nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha ( Soeharto Prawiro, 1997 )
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
Kewirausahaan adalah proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk perbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
Jadi menurut dari semua para ahli dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah proses menciptakan inovasi baru menurut kebutuhan pasar guna untuk mengembangkan usaha.
B.     Tujuan Kewirausahaan
a.       Menumbuhkan sikap kreatif untuk pengembangan usaha dunia bisnis
b.      Menggali potensi berwirausaha untuk memajukan dan mengembangkan usaha
c.       Mengembangkan kesadaran kewirausahaan yang kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
C.     Ciri umum kewirausahaan
1.      Memiliki motif berprestasi tinggi
Wirausaha tidak asal-asalan melakukan sesuatu, meskipun orang lain dapat melakukannya. Hasil atau nilai nantinya yang akan menentukan bahwa wirausaha tersebut memiliki jiwa kewirausahaan.
2.      Memiliki perspektif ke depan
Wirausahawan memiliki target yang spesifik dan jelas karena dari target yang sudah ditentukan akan menetukan usaha yang dirintisnya.
3.      Memiliki kreativitas tinggi
Kreatif dalam jiwa wirausaha pasti ada hal-hal itu akan terpikirkan terlebih dahulu dari seorang wirausaha.
4.      Memiliki sifat inovasi tinggi
Dalam berwirausaha harus mempunyai tujuan, inovasilah yang akan menjadi tujuan atau dasar untuk memengembangkan usaha. Sebuah impian usaha tidak akan tercapai apabila tidak membuat inovasi-inovasi baru yang akan menarik sebuah perkembangan usaha.
5.      Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena apabila tidak akan berakibat yang fatal terhadap segala usaha yang dirintisnya.
6.      Memiliki tanggung jawab
Dari komitmen yang sudah dimiliki seorang wirausaha maka akan terlahir sebuah tanggung jawab yang menunjang kesuksesan usaha.
D.    Dasar Analisis
a)      Analisis aspek pemasaran
Dari aspek pasar maka seorang wirausaha harus melakukan penelitian pemasaran dengan sistem informasi pemasaran berdasarkan analisis dan prediksi yang akan digunakan dalam pengembangan usaha.
b)      Analisis aspek produksi
Aspek produksi harus mempertimbangkan beberapa hal diantaranya lokasi operasi untuk menentukan lokasi yang strategis untuk melakukan usaha, volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan, mesin dan peralatan harus sesuai dengan teknologi yang digunakan saat ini agar tidak terjadi kelebihan kapasitas, bahan baku dan bahan penolong, jumlah dan kualifikasi tenaga kerja harus sesuai dengan keperluan jam kerja dan kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikannya.
c)      Analisis aspek manajemen
Ada beberapa unsur diantaranya kepemilikan menentukan apakah usaha itu dimiliki perseorangan atau milik bersama, organisasi, tim manajemen diperlukan pada usaha yang memiliki skala usaha besar agar terencana lebih terperinci, karyawan juga harus disesuaikan.
d)     Analisis aspek keuangan
Aspek keuangan meliputi komponen kebutuhan dana untuk mengoperasikan perusahaan, sumber dana, proyeksi neraca untuk mengetahui kekayaan perusahaan, proyeksi laba rugi untuk menggambarkan perkiraan laba rugi masa yang akan datang, proyeksi arus kas dapat terlihat kemampuan perusahaan membayar kewajiban keuangan.

Contoh kasus:
BISNIS DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK, USAHA MASA DEPAN


                    Sampah plastik merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat terpisahkan. Jumlah sampah plastik semakin hari kian menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga kian sempit karena telah melewati batas penampungan. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk menangani masalah sampah, namun tetap saja belum bisa terselesaikan.
Plastik mempunyai waktu yang lama jika harus melewati proses daur ulang secara alami karena plastik tidak dapat membusuk, tidak dapat menyerap air, tidak dapat terurai, sehingga sampah menjadi permasalahan yang serius bagi lingkungan hidup.
Sampah plastik yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku produksi untuk membuat kerajinan tangan sangat bermacam-macam. Mulai dari sampah plastik keras yang berasal dari botol minuman sampai dengan sampah plastik lunak yang berasal dari kantong plastik. Kekuatan produk dari hasil daur ulang sampah plastik ini tidak dapat diragukan lagi. Selain plastik merupakan bahan yang terbuat dari sintetis yang bersifat tahan lama, jika dibuat dan diproses dengan teliti maka tingkat keawetan produk juga bisa semakin tahan lama. Semua produk yang memiliki nilai seni serta manfaatnya yang luas maka secara otomatis pasar akan sangat antusias meresponnya. Keuntungan yang didapatkan dari bisnis daur ulang sampah plastik ini juga presentasinya sangat tinggi karena harga bahan bakunya murah sehingga hanya membutuhkan modal kecil.
Peluang bisnis daur ulang sampah plastik ini termasuk dalam kategori industri global, dimana bisnis ini tidak hanya untuk industri dalam skala besar saja melainkan usaha kecil dan menengah juga dapat mengubah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Bisnis disini akan menimbulkan banyak manfaat yaitu dapat teratasi masalah sampah dan penyerap tenaga kerja.








Daftar Pustaka
Rusdiana. 2013. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Bandung: Pustaka Setia.
Suryana. 2006. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Bandung: Salemba Empat.